Maaf Saudaraku š
AssalÄmu‘alaikum warahmatullÄhi wabarakÄtuh
"Kebersatuan dan kesatuan yang ku inginkan, bukan perpecahan, bagiku segala perselisihan yang terjadi adalah bagian dari sebuah perjuangan, cuma cara kita aja yang beda menyikapinya masalah perselisihan itu.harusnya demi terwujudnya harapan kita, kita harus menanggalkan dulu maslah pribadi kita. Masalah terbesar yang sebenarnya bukanlah masalah yang kelihatan ada di permukaan saat ini, namun yang ada di dalam diri kita saat ini,di awal aku sudah mengingatkan, bahkan tak satupun baik dari kalian ataupun dari teman²ku berjuang saat ini yang menghargain omonganku, namun aku tidak sakit hati sama mereka, demi Allah, semua itu kulakukan demi terwujudnya tujuan kita bersama. (bahkan sampai saat ini, tak satupun gagasanku yang di terima oleh mereka) tapi sudahlah, aku iklas, demi Allah. alhamdullilah masalah ini ada sedikit secercah harapan untuk bisa terwujud, itu yg penting.
Kesatuan yang kita inginkan itu ,hanya akan terwujud,dengan kita menanggalkan keegoisan kita,dengan merendahkan sikap dan meluruskan niat hati kita, Kalau tidak bagiku semua akan terulang lagi,karena hanya itu yang membedakan kita dengan mereka.
Pesan ajakan yang baik,sudah kami lakukan, bahkan di ujung-ujung kami terpaksa menyampaikan pesan yang Pedas,bahkan dengan sedikit ancaman, namun hasilnya sama aja, mirisnya lagi š„ malah kalian jadikan itu persoalan,pada saat ini kalian berkata, "kan bisa bilang yang gak ikut cukup do'akan saja"kami ngomong baik aja, kalain masih beralasan, dan di awal kami sudah mengatakan itu, ingat sudah berpuluh² kali kami melakukan aksi/ kegiatan, dan berpuluh-puluh kali,bahkan kami katakan,apa yang kalian katakan itu.(mohon do'akan kami, yg tidak ikut !!! ) .
Namun momen Saat di ujung-ujung perjuangan,kami hanya ingin menyampaikan pesan,bahwasanya sudah sebegitu besar dan dalamnya harapan kami untuk kalian bergabung degan menggunakan fisik kalian, bukan lagi cukup sebatas do'a,ataupun sebatas sungbangsi uang kalian,seperti di awal, .itu bisa kalian lihat dari sampai sebegitunya tulisan ini dibuat, kalau di tanya,semua kami juga punya urusan pribadi, coba kalian bayangkan Jadi kami ,pernah gak kalian berpikir kenapa sebegitunya ucapan kami ! seharusnya itu yang timbul dari pemikiran kalian, bukan sebaliknya,malah mempersoalkannya, tapi sudahlah, maafkan kami terpaksa melakukan ancaman pada saat itu, dengan kami sadar betul dengan segala kosekuensinya dari ucapan kami tsb, Maaf saudaraku š
Kedepannya bagi kami,kalian tetap saudara kami, itupun kalau kalian masih mau menganggap kami saudara kalian.Maaf saudaraku š
Terakhir sebagai penutup, Saya atas nama pribadi (penulis) mohon maaf atas segala omongan yang tak seharusnya di omongkan, "Maaf Kami terpaksa saat itu,mengingat momen yang sangat penting itu,namun pesan itu tidak tersampaikan, š„ Saya terpaksa" dengan memgangkat sepuluh jari dan menundukan kepala, maafkan saya Saudaraku š
Maaf kalau ada ucapan ataupun tulisan yang tidak pantas, š
(soalnya masih belajar nulis š¤)sekian, terimakasih
WassalÄmu‘alaikum warahmatullÄhi wabarakÄtuh
Pembuat : Pasaribu

Komentar
Posting Komentar